Langsung ke konten utama

Generasi Tiktok, Generasi Bobrok


Generasi Tiktok, Generasi Bobrok

Tulisan seorang calon guru anti tiktok, ga suka tiktok, benci tiktok, dan ingin menyelamatkan generasi muda dari marabahaya tiktok
.
Tik Tok
Aplikasi penuh candu macam rokok
Dinikmati semua kalangan dan kelompok
Tak peduli sekalipun ia lulusan pondok
Tanpa malu, tanpa ragu, yang penting narsis dan nampak elok
Ini semua terjadi akibat iman dan rasa malu yang mulai rontok
Pantas jika Indonesia terus diolok olok
Mari para pendidik bangkit tuk masa depan cerah di hari esok
Mendidik generasi penerus hingga sukses dan cocok
Cocok untuk menumbangkan musuh musuh Islam yang menyerbu secara keroyok
Menyerang pemikiran kita supaya bengkok             
Pecandu tiktok akan bobrok
Jika para pendidik diam saja, itulah pendidik rosok
.

Komentar

  1. Yup aku setuju. Bahwa saat aku meneliti dampak dan bahaya aplikasi TK adalah konten kekerasan serta pembodohan, seksualitas dan lainnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Islam dan Dasa Darma Pramuka

DASA DARMA PRAMUKA *kegiatan kemah pembaharu 2017* Dalam tulisan ini, sebagai mahasiswa STKIP Al Hikmah, calon guru pejuang abad 21. Guru yang kelak memiliki banyak kemampuan, salah satunya yakni yang akan dibahas berkaitan dengan “PRAMUKA”. Menjadi Guru yang pramuka, meskipun pramuka bukan berasal dari islam tidak menghalangi kita untuk senantiasa bersyukur akan ilmu.                 Jika terlibat dalam pramuka pasti mengenal “Dasa Darma”. Dasa darma memiliki 10 poin, yang akan saya bahas poin 1 hingga 5 saja, dengan mengintregasikannya kedalam nilai-nilai Islam. Tetap berpacu pada Al Qur’an dan Al Hadits, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّتِيْ “Aku tinggalkan untuk kalian dua hal, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur`an) dan Sunnahku...

Irasional Memilih

Irasional Memilih Memilih menggunakan otak tidak akan netral Karena dipengaruhi bias kognitif atau bisa disebut ketidakirasionalan Akal dan pikiran rasional tidak selalu membuat kita berpikir objektif, hanya disaat tertentu saja             Berpikir objektif contohnya ketika menghitung ikan. Kita akan cenderung sesuai fakta, tidak peduli ikan itu hidup atau mati, perasaan kita terhadap yang mati adalah proses setelah menghitung bukan ketika menghitung Peran memilih akan bergantung pada emosi, setiap kandidat selalu menyodorkan hal hal menarik, seperti sekolah gratis, pembangun infrastruktur yang massif atau penurunan harga sana sini dan pembukaan lapangan kerja besar besaran Kemasan tertentu akn menarik daya tarik pemilih             Jika kandidat hanya datar datar saja, tanpa sedikit mempercantik meskipun dengan sedikit SARA maka akan dianggap biasa. Ka...